Pembentukan kepribadian
Kepribadian
1. Pengertian kepribadian
Kepribadian atau personality merupakan ciri-ciri dan sifat-sifat khas yang mewakili sikap atau tabiat seseorang, mencakup pola-pola pemikiran dan perasaan, konsep diri, Perangai, dan mentalitas, yang seharusnya sejalan dengan kebiasaan umum. Kepribadian yang terbentuk dari hasrat hasrat biologis dan bakat bakat naluri yang sudah ada. Meskipun demikian, kepribadian tersebut baru akan berkembang seutuhnya melalui proses sosialisasi.
Beberapa ahli memberikan definisi mengenai kepribadian sebagai berikut.
a. Gordon Allport
Menurut ahli psikologi dari Amerika Serikat ini, kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistem psikofisik (jiwa raga) dalam individu yang turut menentukan cara yang unik atau (khas) dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
b. Bruce J. Cohen
Kepribadian merupakan gabungan utuh dari sikap, sifat, emosi, dan nilai yang memengaruhi seseorang agar berbuat sesuai dengan tata cara yang diharapkan.
c. Koentjaraningrat
Menurut Bapak Antropologi Indonesia ini, kepribadian dapat dimaknai sebagai ciri-ciri watak seorang individu dan yang memberi identitas khusus.
Proses pembentukan kepribadian dalam diri akan berbeda satu sama lain, tergantung pada pola sosialisasi yang dianut oleh masyarakatnya. Hal ini menyebabkan kepribadian dalam suatu masyarakat akan berbeda dengan kepribadian individu dalam masyarakat lainnya. Setiap masyarakat mempunyai pola pola perilaku umum yang membatasi perilaku individu berdasarkan kepribadiannya.
2. Faktor pembentuk kepribadian
Menurut F. G. Robin, terdapat sejumlah faktor yang mendasari perkembangan kepribadian faktor-faktor tersebut sebagai berikut.
a. Sifat dasar
Sifat dasar merupakan keseluruhan potensi-potensi yang diwarisi oleh seseorang dari ayah dan ibunya.
b. Lingkungan prenatal
Lingkungan prenatal merupakan lingkungan ketika anak masih dalam kandungan ibu.
c. Perbedaan perorangan atau perbedaan individual
Perbedaan individual ini meliputi perbedaan perbedaan ciri fisik seperti warna mata, warna kulit, warna rambut, bentuk badan, serta ciri-ciri perseorangan dan sosial.
d. Lingkungan
Lingkungan adalah segala kondisi di sekeliling individu yang mempengaruhi proses sosialisasi.
e. Motivasi
Motivasi adalah kekuatan dari dalam individu yang mendorong individu untuk berbuat sesuatu.
Selain itu, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa perkembangan kepribadian manusia dipengaruhi oleh 4 faktor yang saling mendukung satu sama lain.
Faktor pembentukan kepribadian :
1. Warisan biologis (heredity)
2. Warisan lingkungan alam (natural environment)
3. Warisan sosial (social heritage)
4. Kelompok manusia (group)
3. Unsur-unsur kepribadian
Kepribadian berkaitan dengan peranan dan kedudukan seseorang dalam berbagai kelompok sehingga mempengaruhi kesadaran dirinya. Kepribadian memberikan identitas yang khas pada diri seseorang sebagai individu yang unik.
Kepribadian terdiri atas unsur-unsur berikut ini.
1. Pengetahuan.
2. Perasaan.
3. Dorongan Naluri.
2. Perasaan.
3. Dorongan Naluri.
Menurut Sigmund Freud, ahli psikologi dari Austria, kepribadian terdiri atas tiga bagian sebagai berikut.
1. Id adalah bagian diri seseorang yang bersifat tidak sadar, naluriah, impulsif (mudah terpengaruh oleh gerak hati), dan tidak disosialisasikan.
2. Ego merupakan perwakilan bagian dari diri yang bersifat sadar dan rasional. Ego sering disebut sebagai penjaga pintu kepribadian karena ia menjaga antara interaksi Id dan Superego.
3. Superego, merupakan perwakilan bagian diri yang bersifat dan rasional. Superego sering disebut sebagai suara hati. Contohnya seseorang yang kelaparan membayangkan akan makan Semua makanan yang ia hadapi (keinginan untuk makan disebut id), secara sadar ia berusaha mencari makan (berusaha mencari makanan disebut ego), upaya pencarian makanan didasari oleh nilai-nilai dan norma yang berlaku, yakni makanan tersebut diperoleh secara wajar, halal, dan sesuai norma yang berlaku (pertimbangan nilai dan norma disebut superego)
Comments
Post a Comment